Menghitung Kebutuhan Pensiun

By Moneesa | Budgeting | March 12, 2020

Menghitung Kebutuhan Pensiun

Masih berbicara tentang bagaimana cara membuat perencanaan dana pensiun dan memenuhi kebutuhan disaat pensiun itu tiba nanti. Banyak orang yang tidak mengerti bagaimana cara untuk menghitung dan mempersiapkan dana pensiun. Salah dalam menghitung bisa berikibat fatal karena persiapan dana pensiun dilakukan hal jangka Panjang. Itu sebabnya kita harus mengetahui secara detil bagaimana caranya.

Untuk bisa menghitung kebutuhan pensiun nanti, Anda harus bisa memperkirakan pos-pos kebutuhan hidup Anda pada saat pensiun, dan hitung berapa nilai tunainya saat ini. Coba perhatikan biaya hidup anda sekeluarga saat ini, apakah cukup atau kurang? Apabila anda belum pernah membuat daftar pengeluaran bulanan, segera lakukan saat ini di aplikas Moneesa ini. Dari daftar pengeluaran rutin bulanan tersebut anda bisa melakukan Analisa mana kira-kira pengeluaran yang masih ada atau sudah tidak ada disaat anda pensiun nanti. 

Setelah dapat besaran kebutuhan hidup saat ini yang menurut anda adalah kebutuhan hidup disaat pensiun nanti, maka kemudian lakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai dimasa yang akan datang (Future Value)nya pada saat Anda pensiun nanti. Maka dari sini Anda akan menemukan berapa nilai pengeluaran Anda pada saat pensiun nanti. 

Apabila nilai pengeluaran Anda pada saat pensiun nanti diperkirakan cukup atau seimbang dengan pendapatan pensiun Anda, maka Anda bisa sedikit bernafas lega. Namun apabila jumlahnya kurang, maka untuk berjaga-jaga Anda bisa menyiapkan dana cadangan tambahan secara mandiri untuk masa pensiun Anda. 

Bagaimana cara mempersiapkan dana pensiun kita secara mandiri? Kita dapat meniru cara dari DPPK dan DPLK mempersiapkan dana pensiun kita. Yaitu dengan cara berinvestasi. Dana bisa diinvestasikan di instrumen investasi jangka panjang, seperti obligasi, reksadana saham, ataupun ke dalam instrumen saham secara langsung. Anda bisa membuka rekening investasi di perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Saat ini pun sudah banyak perusahaan sekuritas memberikan kemudahan membuka rekening secara online. 

Sebelum Anda berinvestasi dalam instrumen saham, atau sebenarnya instrumen apa pun, pastikan bahwa Anda mengenali profil risiko Anda dalam berinvestasi. Apakah konservatif, moderat, moderat agresif, atau agresif. Profil ini akan menentukan dalam cara Anda berinvestasi, di manakah dana investasi akan paling banyak dibenamkan. 

Pilihan lainnya adalah Anda bisa juga membuka rekening dana pensiun baru di Dana Pensiun Lembaga Keuangan lain secara mandiri. Jadi Anda akan memiliki dua dana pensiun, dan pada saat Anda pensiun nanti Anda akan mendapatkan uang pensiun dari dua lembaga tersebut, sehingga Anda tidak bergantung semata dengan dana pensiun dari perusahaan. 

Apabila anda berminat bisa ikutan kelas-kelas dan workshop Perencana Keuangan di IARFC, bisa dibuka di http://bit.ly/CPM0320 untuk kelas perencana keuangan pemula CPMM tanggal 21 Maret 2020 dan http://bit.ly/WRD0320 untuk kelas Reksadana CMFC tanggal 22 Maret 2020. 

Selamat menyiapkan dana pensiun!