Persiapan Dana Pensiun

By Moneesa | Budgeting | March 09, 2020

Persiapan Dana Pensiun

Bagi sebagai anda yang masih menjadi karyawan, anda tentu dibatasi dengan masa kerja di perusahaan tempat anda bekerja saat ini. Hanya beberapa orang terpilih saja yang mungkin bisa terus dipertahankan perusahaan untuk tetap bekerja. Artinya pada usia tertentu (kebanyakan di usia 56 tahun), anda akan berhenti bekerja di perusahaan tersebut. 

Apakah itu artinya kita tidak bekerja lagi? Belum tentu… itu tergantung situasi dan kondisi saat kita pensiun. Apakah kita sudah bisa hidup tanpa bekerja lagi? Atau kita masih harus bekerja mencari uang untuk tetap hidup?

Bagi generasi milenial Angkatan ke 2 yang lahir antara tahun 1990-2000, memikirkan pensiun sepertinya masih sangat jauh, sementara mereka baru masih meniti karir. Padahal persiapan pensiun sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari saat pertama kali kita punya penghasilan.

Kembali ke persiapan dana pensiun, sebagian besar dari kita pasti ingin hidup di masa pensiun dengan tenang, menikmati kehidupan setelah puluhan tahun bekerja, siklus kehidupan kita sebentar lagi sudah selesai.. syukur jika diberi umur yang panjang ammiinn… Harapan hidup orang Indonesia saat ini sekitar 70-75 tahun. Nah apakah sampai ajal menjemput kita masih bisa hidup nyaman? Masih bisa makan dan minum dengan enak? Liburan sambil menengok cucu kita? Masih bisa membayar tagihan rumah sakit?

Tentunya kita memerlukan persiapan untuk menghadapi masa pensiun kelak. Caranya adalah dengan mempersiapkan dana pensiun sejak sekarang hingga tiba masa pensiun nanti. Dana tersebut akan kita gunakan mulai saat kita pensiun hingga kita meninggal nanti. Sebagian dari kita ada yang perusahaannya telah menyiapkan uang pensiun untuk para karyawannya dengan cara membentuk sebuah divisi yang bertugas untuk hal tersebut, yaitu lembaga Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).

Bagi yang perusahaannya tidak memiliki DPPK maka perusahaan tersebut bisa mempersiapkan dana pensiun bagi karyawannya di Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Jika dana pensiun kita sudah ada dan disiapkan di lembaga-lembaga tersebut akan sangat baik dan bermanfaat untuk Anda sebagai bekal hidup saat pensiun nanti. DPPK sendiri ada 2 jenis, manfaat pasti dan iuran pasti. Akan tetapi dengan semakin sulitnya mencapai target investasi yang dibutuhkan oleh pengelola dana pensiun, sebagian besar dana pensiunpun kemudian menggunakan metode yang mirip seperti DPLK, atau bahkan mulai mengganti dana pensiun mereka dengan DPLK untuk pegawai Angkatan baru.

Namun masih ada satu hal yang harus Anda cermati. Apakah Anda yakin jumlahnya cukup untuk dipergunakan pada saat pensiun nanti? Apakah Anda sudah tahu kira-kira berapa uang pensiun bulanan yang akan Anda terima nantinya?

Untuk mengetahuinya Anda bisa bertanya kepada bagian Sumber Daya Manusia di tempat Anda bekerja. Atau Anda juga bisa bertanya pada karyawan di perusahaan Anda yang sudah memasuki usia pensiun. Tanyakan kepada mereka, berapa jumlah yang didapatkan setiap bulannya. Serta tanyakan apakah secara umum jumlah tersebut telah mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari pada saat pensiun?

Bukan tidak mungkin pada saat pensiun nanti, Anda hanya akan mendapatkan sekitar 10-25% dari gaji terakhir Anda bekerja. Maka dari itu pastikan dari sekarang, berapa kisaran uang pensiun Anda nanti. Setelah itu Anda bisa berhitung apakah jumlah tersebut cukup atau tidak untuk kehicupan sehari-hari Anda nantinya.

Bagaimana cara menghitungnya? Akan kita bahas di artikel berikutnya. Apabila anda berminat bisa ikutan kelas-kelas dan workshop Perencana Keuangan di IARFC, bisa dibuka di http://bit.ly/CPM0320 untuk kelas perencana keuangan pemula CPMM tanggal 21 Maret 2020 dan http://bit.ly/WRD0320 untuk kelas Reksadana CMFC tanggal 22 Maret 2020.