Tips Atur Duit Biar Tidak Pusing

By Moneesa | Budgeting | March 30, 2020

Tips Atur Duit Biar Tidak Pusing

Banyak yang meremehkan profesi sebagai seorang ibu rumah tangga. “Udah sekolah tinggi-tinggi. Eeeh, ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga. Ngurus anak” Mungkin itu adalah salah satu ungkapan yang sering kita dengar saat kita memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Bagi anda yang masih muda (atau tidak muda lagi tapi belum menikah), mungkin belum terpiki untuk menjadi ibu rumah tangga. Atau bahkan mungkin banyak juga yang ingin menjadi wanita karir.    

Memang tidak semua wanita beranggapan bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan pilihan atau profesi yang salah. Justru menjadi seorang ibu rumah tangga adalah suatu amanah yang berat dan langsung kita pertanggung jawabkan kepada Tuhan.

Menjadi seorang ibu memang dituntut harus pandai dalam berbagai hal terutama dalam hal Financial. banyak sekali di luar sana yang memandang remeh profesi menjadi ibu rumah tangga sehingga tidak peduli dengan urusan keuangan padahal sebenarnya kita adalah seorang menteri keuangan dalam keluarga kita.

Sebenarnya apa saja yang harus kita lakukan supaya duit belanja kita cukup? By the way, tips ini sebenarnya tidak hanya untuk ibu rumah tangga lho, tapi bisa juga dipakai untuk kita semua yang ingin bisa ngatur duit dengan lebih baik dan efisien.

1. Bagilah ke beberapa rekening

Sebelum menikah ibu saya pernah memberi nasehat jika kita menerima uang belanja bulanan atau gaji bulanan dari suami maka masukkan ke dalam beberapa amplop supaya uangnya tidak bocor kemana-mana. Misal uang belanja bulanan dibagi menjadi 5 amplop,amplop pertama berisi uang arisan,amplop kedua berisi uang tagihan listrik dan air,amplop ketiga berisi uang untuk membayar SPP sekolah anak,amplop keempat berisi uang membayar asuransi dan investasi dan amplop kelima berisi uang untuk kebutuhan sehari-hari. Itu hanyalah sebuah contoh saja karena kebutuhan bulanan setiap orang berbeda. Bila cara tersebut terlalu sederhana atau kurang aman karena harus disimpan di rumah maka kita bisa membaginya ke beberapa rekening bank.

Cara tersebut juga pernah diajarkan oleh seorang Perencana Keuangan yaitu Bapak Aidil Akbar Madjid dalam bukunya yang berjudul Manajemen by Amplop. Ternyata cara tersebut juga dilakukan oleh ibu dari pak Aidil Akbar pada rumah tangga mereka yang kemudian dijadikan acuan cara mengelola keuangan rumah tangga secara mudah pada buku yang ditulis tersebut.

2. Sisihkan selembar sehari

Meskipun kita hanya seorang ibu rumah tangga pastinya kita mempunyai keinginan atau cita-cita misalnya ingin membeli gadget atau barang favorit. Daripada merepotkan suami maka kita bisa menyisihkan selembar sehari dari uang belanja. Misalnya sehari bisa mengumpulkan Rp.20.000,- maka bila dikumpulkan selama sebulan menjadi Rp.300.000,- dan setahun menjadi Rp.3.600.000,- sudah bisa membeli gadget baru tanpa harus merepotkan suami.

Selain itu seorang ibu rumah tangga haruslah sadar investasi,sebenarnya tidak perlu modal besar untuk berinvestasi cukup dengan modal sedikit kita sudah bisa berinvestasi di reksadana dengan hasil yang sangat memuaskan. Tahukah anda bahwa dengan menyisihkan Rp.300.000 per bulan dari hasil menyisihkan selembar sehari secara rutin di produk reksadana saham (asumsi return 20% per tahun) selama 10 tahun maka uang itu akan menjadi kurang lebih sebesar Rp 2,1 M

3. Merubah hobi menjadi penghasilan

Profesi ibu rumah tangga adalah profesi yang membutuhkan waktu 24 jam non stop dan tanggung jawab yang berat. Bila seorang ibu rumah tangga ingin menambah penghasilan tanpa harus bekerja di luar rumah salah satu caranya adalah merubah hobi menjadi sebuah penghasilan. Untuk menawarkan barang atau jasa hasil karya kita,pakailah kecanggihan tekhnologi saat ini seperti menawarkan lewat social media. Selain melalui social media kita juga bisa menawarkan kepada kerabat dekat kita agar mau memakai jasa atau membeli barang hasil karya kita sendiri,bila perlu berilah diskon. Jadikanlah orang-orang terdekat kita sebagai konsumen awal.

4. Ajak pasangan untuk berdiskusi masalah financial

Libatkan suami atau pasangan Anda dalam mengelola keuangan keluarga. Gunakan waktu yang tepat untuk ngobrol financial. Dan kebanyakan para suami menyerahkan semua urusan keuangan keluarga kepada istrinya selaku menteri keuangan di dalam keluarga. Menurut saya meluangkan waktu sejenak setiap bulan untuk ngobrol atau berdiskusi santai tentang keuangan keluarga bisa meminimalisasi pertengkaran atau kesalah pahaman.