Apakah Asuransi Anda Mengcover Covid-19?

By Moneesa | Insurance | March 23, 2020

Apakah Asuransi Anda Mengcover Covid-19?

Sehat itu mahal, apalagi sakit.  Pernah dengar kata-kata seperti itu?  Apalagi seperti saat ini dimana sedang terjangkit wabah virus Corona Covid-19 yang menyebar secara cepat. Banyak orang kebingungan apakah asuransi mereka akan mengcover biaya bila ternyata mereka terkena virus corona tersebut. Informasi yang beragam menyebabkan banyak kebingungan dimasyarakat. Beberapa perusahaan asuransi klaim mereka akan mengcover apabila anda terkena virus covid-19 tersebut, yang sebenarnya bertentengan dengan apa yang kebanyak perusahaan asuransi tulis dipolis mereka sebagai pengecualian.   

Nah, coba anda baca dengan teliti di polis asuransi anda bagian belajang berjudul “Pengecualian”. Biasanya disitu disebutkan salah satunya adalah wabah menyebar (atau dikenal dengan istilah pandemi/pandemic. So, bisakah perusahaan asuransi mengganti aturan mereka sendiri? Bisa saja dengan berbagai pertimbangan. Tapi bisa juga mereka bermain dikata-kata. Itu sebabnya anda harus menanyakan terlebih dahulu dan jangan terkecoh dengan permainan kata-kata. Jadi seperti apa yang harus kita hati-hati?

Pertama, yang harus kita selalu ketahui bahwa standard polis dimanapun diseluruh dunia tidak mengcover wabah.  Dan Covid-19 ini sudah dideklarasikan sebagai wabah.  Kedua, kita semua sudah mengetahui bahwa apabila anda terbukti terkena Covid-19, maka seluruh biaya pengobatan anda akan ditanggung oleh pemerintah. Untuk bisa terbukti terkena Covid-19 ini anda harus menjalani tes Covid-19 yang biasanya dimulai dengan mengambil contoh jaringan dari hidung bagian dalam dengan menggunakan metode Swab (dengan kapas seperti cotton bud). Pemerintah Indonesia sendiri sudah mempunyai protocol pengecekan sebelum anda sampai ke tahap ini.

Setidaknya ada tiga tingkatan status yang diberikan oleh tim medis, sebelum akhirnya seseorang itu dinyatakan positif covid-19, yaitu Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan suspect atau terduga. Orang yang berstatus ODP menunjukkan gejala sakit. Namun, orang dalam status ini diketahui sempat bepergian ke daerah episentrum atau melakukan kontak dengan orang diduga positif corona sehingga harus dilakukan pemantauan. Tujaun dari pemantauan yang dilakukan kepada ODP semata untuk melakukan pemantauan, sehingga penanganan khusus akan cepat dilakukan jika ODP ini menunjukkan gejala-gejala yang mengarah ke COVID-19. Nah, dalam masa ini bila anda dirawat karena sakit (biasanya gejala flu), maka asuransi anda akan melindungi anda dan dibayar coveragenya. Demikian juga ketika dalam masa pengawasan sampai anda menjadi terduga dan dilakukan tes Covid-19 tersebut.

Sementara banyak cerita orang-orang yang melakukan tes sendiri berupa foto x-ray dan tes darah itu hanya terhitung kedalam kategori Cek Kesehatan biasa (Medical Check Up), sehingga tidak akan discover oleh asuransi manapun kecuali anda membeli polis asuransi dengan tambahan perlindungan medical check up dan gigi misalnya. Jadi kembali ke polis asuransi anda, saran terbaik saja adalah anda melakukan cek dan ricek kembali ke perusahaan asuransi anda secara detil (jangan via agen ya tapi langsung ke CS nya perusahaan asuransi), ditahapan mana anda akan dilindungi oleh asuransi anda bila ternyata anda sakit atau merasa mempunyai gejala sakit serupa Covid-19, supaya tidak terjadi kesalah pahaman. Oh iya kalau mau cek asuransi tanpa harus asuransi dan membuat perbandingan sendiri dengan tenang dan nyaman melalui aplikasi Bregaswaras, bisa diunduh disini http://bit.ly/bregaswaras-playstore ,